Sabtu, 13 Oktober 2012

Bahasa dan Budaya Indonesia Di Polandia


Anda tentu tahu kan tentang Negara Polandia ? ,ya negara yang terletak di kawasan Eropa Tengah ini memiliki kemiripan dengan negara kita Indonesia lho ! , jika kita lihat warna benderanya sama-sama terdiri dari warna Merah dan Putih hanya saja bendera Negara Polandia berwarna Putih diatas dan Merah dibawah,sedangkan Bendera Negara Indonesia sebaliknya.
Selain itu lambang negara kedua negara ini sama-sama berbentuk burung, hanya ada sedikit perbedaan bentuk seperti yang bisa kita lihaat dari gambar diatas.

Ternyata selain memiliki kemiripan dari bendera dan lambang negara,budaya dan bahasa Indonesia juga bisa ditemukan di Polandia,jadi disuatu Perguruan tinggi di Polandia ada Jurusan yang khusus mempelajari sastra Indonesia,berikut kutipan berita yang saya ambil dari Tribun News :

"Dua pekan lalu Tribun mengunjungi Kota Krakov dan Poznan. Dua kota ini terkenal sebagai kota pelajarnya Polandia. Saat berada di dua kota yang jaraknya berjauhan itu, Tribun banyak menemukan para pelajar terutama mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Ada yang menarik dari pengamatan selama berada di dua kota tersebut terutama ketika di Poznan. Di Poznan ternyata ada sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Tribun mengetahui ini setelah berbincang dengan salah seorang mahasiswi bernama Malta. Penasaran akan keberadaannya akhirnya kami memutuskan mencari perguruan tinggi tersebut. Sayangnya sesampai di lokasi ternyata kegiatan belajar mengajar sedang libur, dan pengelolanya sedang liburan juga di Belanda. Tidak putus asa dengan penelusuran tersebut, saat kembali ke Warsawa, Tribun akhirnya menanyakan keberadaan Perguruan Tinggi itu ke beberapa staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia. Benar saja, ternyata di Poznan memang ada dibuka jurusan Sastra Indonesia. Dari keterangan staff KBRI, animo pelajar Polandia untuk menimba ilmu di Indonesia terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan saat KBRI membuka pendaftaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke Indonesia pesertanya sempat membludak. Biasanya program ini tidak melalui tes tapi setelah dilihat jumlahnya banyak, maka tes pun dilakukan. Ada sekitar 40-an pelajar yang saat ini akan jadi calon pelajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kebalikannya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Polandia ternyata masih minim. Selama berada di Polandia Tribun menemui tidak lebih dari 10 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Lech Walesa ini. Dua pekan lalu Tribun mengunjungi Kota Krakov dan Poznan. Dua kota ini terkenal sebagai kota pelajarnya Polandia. Saat berada di dua kota yang jaraknya berjauhan itu, Tribun banyak menemukan para pelajar terutama mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Ada yang menarik dari pengamatan selama berada di dua kota tersebut terutama ketika di Poznan. Di Poznan ternyata ada sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Tribun mengetahui ini setelah berbincang dengan salah seorang mahasiswi bernama Malta. Penasaran akan keberadaannya akhirnya kami memutuskan mencari perguruan tinggi tersebut. Sayangnya sesampai di lokasi ternyata kegiatan belajar mengajar sedang libur, dan pengelolanya sedang liburan juga di Belanda. Tidak putus asa dengan penelusuran tersebut, saat kembali ke Warsawa, Tribun akhirnya menanyakan keberadaan Perguruan Tinggi itu ke beberapa staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia. Benar saja, ternyata di Poznan memang ada dibuka jurusan Sastra Indonesia. Dari keterangan staff KBRI, animo pelajar Polandia untuk menimba ilmu di Indonesia terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan saat KBRI membuka pendaftaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke Indonesia pesertanya sempat membludak. Biasanya program ini tidak melalui tes tapi setelah dilihat jumlahnya banyak, maka tes pun dilakukan. Ada sekitar 40-an pelajar yang saat ini akan jadi calon pelajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kebalikannya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Polandia ternyata masih minim. Selama berada di Polandia Tribun menemui tidak lebih dari 10 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Lech Walesa ini."

Dan ini berita lainnya tentang Bahasa Indonesia di Polandia :


Laporan Wartawan Tribun, Husein Sanusi dari Polandia

BANGKAPOS.COM –
Sebagai bangsa Indonesia Anda tentu bangga jika ada orang asing yang mau mengenal budaya, apalagi sampai mau belajar bahasa Indonesia. Ini bisa ditemukan di Polandia, meski jumlahnya tidak banyak namun ada beberapa warga Polandia yang mau belajar bahasa Indonesia.

Kamis (14/6/2012) kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Polandia di Jalan Estonska, Warsawa, Polandia. Kebetulan di salah satu ruangan kantor KBRI ada sekumpulan pelajar yang sedang asyik belajar bahasa Indonesia.

Saya pun akhirnya ikut nimbrung bersama mereka, mendengarkan sang instruktur bahasa Kun Musta'in mengajari 14 siswanya mengucapkan beberapa kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia.

Dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, Mustain membimbing anak asuhnya cara berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah kursus selesai, saya lalu mewawancarai salah seorang peserta kursus bernama Magetha. Usianya baru 22 tahun, mahasiswi jurusan Linguistik Universitas Warsawa dengan konsentrasi ilmu perkembangan bahasa atau filologi.

Magetha mengaku sengaja mempelajari bahasa Indonesia karena dia berencana akan melanjutkan kuliah di Indonesia. "Saya belum menentukan Universitas mana yang akan saya tempati nanti, tapi sekarang saya harus bersiap mempelajari bahasa Indonesia," katanya.

Magetha mengaku sudah tiga bulan belajar bahasa Indonesia di KBRI Polandia. Menurut pengalamannya, bahasa Indonesia sangat mudah karena tidak banyak aturan waktu atau tenses yang harus dipelajari.

"Yang saya ketahui bahasa Indonesia cuma punya empat tenses. Ini sangat simpel dan hampir mirip dengan bahasa Polandia yang punya tiga tenses saja. Soal pengucapan kata-kata memang agak sulit, tapi tak sesulit pengucapan bahasa Jerman yang sangat berat diucapkan," katanya.

Mustain menjelaskan bahwa setiap pekannya ada dua kelas yang harus diajari kursus bahasa Indonesia. Kelas pertama berjumlah 14 orang dan kelas kedua berjumlah 16 orang.

Wah, saya ikutan bangga jadinya, ternyata bahasa Indonesia juga diminati orang Polandia. Jika orang asing saja mau belajar bahasa kita, mudah-mudahan warga negara Indonesia tidak melupakan bahasanya dengan bergaya kebarat-baratan.(*)

Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews


Kamis, 11 Oktober 2012

Tentang Ragam Bahasa

Pada postingan kali ini saya akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan ragam bahasa,tapi sebelum membahas jauh tentang ragam bahasa, kita tentu harus tau definisi dari ragam bahasa,berikut adalah definisi ragam bahasa yang saya kutip dari Wikipedia Bahasa Indonesia tentang ragam bahasa : "Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri. Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri.

Sedangkan Menurut Bachman(1990) "Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara"

Selasa, 09 Oktober 2012

Tentang Prinsip Usability



Prinsip Usability adalah prinsip ( bakat , kemampuaan, ketangkasan ) yang dapat di pergunakan dalam pembelajaran,perusahaan dan dalam diri manusia sendiri. contohnya dalam teknologi yaitu jika seorang user atau pemakai komputer dia menggunakan perangkat lunak user tersebut dengan tidak sadar telah mempelajari kemampuan suatu kinerja perangkat tersebut bahwa dalam perangkat lunak tersebut terdapat sistem yang bekerja dengan fungsi tertetu. sehingga interaksi pengguna dengan seperangkat komputer bisa di hubungkan dan saling mengenal. Sangat sulit sistem agar user bisa berinteraksi dengan komputer banyak cara agar komputer bisa mengerti apa yang user perintahkan. kita ingin menampilkan huruf A saja sangat rumit perjalanan sistemnya.ini lah dimana kita mempelajari prinsip usability mengenal proses sistem interaksi manusia dengan sebuah komputer.

sebenarnya apa hubungannya prinsip usability ini dengan Interaksi Manusia & komputer? Akan coba saya bahas sedikit tentang hal tersebut.

Prinsip usability terbagi atas 6 macam (yang saya ketahui):

1. Human Abilities
2. Human Capabilities
3. Memory
4. Proses
5. Obsevations
6. Problem Solving

Saya akan mencoba memberitahukan lebih luas macam proses usability tersebut:

1. HUMAN ABILITIES

>
Baik - Kapasitas Long Term memory (LTM) yang tidak terbatas - Durasi LTM tidak terbatas dan kompleks - Kemampuan yang memahami yang tinggi - Mekanisme konsentrasinya poerfull - Pengenalan power pikir powerfull

>Buruk

- Kapasitas Short Term Memory (STM)
- Durasi STM yang terbatas
- Akses yang tidak dapat di andalkan pada STM
- Proses yang cenderung salah
- Proses yang lambat

2. HUMAN CAPABILITIES

Faktor manusia ini harus diperhatikan, karna dari sinilah desain yang lebih baik di dapat

Hal - hal yang perlu di perhatikan oleh user dalam merancang:
1. panca Indra (mata, telinga, peraba)
2. Proses Informasi
3. Sistem Motor

# Penglihatan
Konsep penglihatan terdiri dari 2 tahap:
- penerimaan stimulus dari luar secara fisik
- pemrosesan serta interpretasi dari stimulus tersebutr

# Pendengaran
- sistem auditory memiliki kapasitas sangat besar untuk mengumpulkan informasi lingkungan sekitar.
- dapat mendengar objek apa saja yang ada di sekitar dan mempoerkirakan kemana objek tersebut akan berpindah

# Peraba
- Manusia menerima stimuli melalui kulit. kulit memiliki 3 jenis sensor penerima:
* Thermocheptor: merespon panas / dingin.
* Nocicheptor: merespon pada tekanan yang intens
* Mechanoceptor :Merespon pada tekanan IMK
-Keyboard bisa dikaitkan dengan posisi bentuk tombol, juga pengoprasian yang memerlukan penekanan, ada yang berat atau malah terlalu ringan.

# Proses Informasi
Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama:
1. perseptual
- menangani sensor dari luar
- sebagai buffer untuk menampung masukan yang diterima dari indra manusia
- diproses untuk di teruskan ke otak (memory) 2. kognitif: memproses hubungan keduanya
3. seitem motor: memngontrol aksi/respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan)

3.
MEMORY
- memory menyimpan pengetahuan faktual dan pengetahuan prosedural

4. OBSERVASI

- orang lebih fokus menyelesaikan masalah, tidak untuk belajar menggunakan suatu sistem secara efektif.
- orang menggunakan perbandingan jika tidak ada penyelesaian.
- orang lebih kepada heuristic dari pada alghoritmic.

5. PROBLEM SOLVING
- setelah menyimpan di LTM, kemudian di aplikasikan
- penalaran (reasoning): proses pemgambilan kesimpulan mengenai sesuatu atau hal baru dengan pengetahuan yang dimiliki manusia.

itulah penjelasan singkat tentang Prinsip Usability untuk Interaksi Manusia dan Komputer,semoga bisa menambah wawasan kita.