Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial budaya. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2013

Kemiskinan Di Indonesia


Pada postingan saya kali ini,saya akan membahas tentang kemiskinan yang dihadapi oleh indonesia,hal yang saya bahas kali ini tentang penyebab dan dampak dari kemiskinan yang ada di Indonesia.

Hal pertama yang akan saya bahas yaitu mengenai kemiskinan.tetapi sebelum membahas kemiskinan diindonesia,kita harus tahu dulu arti dari kemiskinan itu sendiri,berdasarkan sumber yang saya ambil dari wikipedia,kemiskinan adalah "keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan

Sabtu, 13 Oktober 2012

Bahasa dan Budaya Indonesia Di Polandia


Anda tentu tahu kan tentang Negara Polandia ? ,ya negara yang terletak di kawasan Eropa Tengah ini memiliki kemiripan dengan negara kita Indonesia lho ! , jika kita lihat warna benderanya sama-sama terdiri dari warna Merah dan Putih hanya saja bendera Negara Polandia berwarna Putih diatas dan Merah dibawah,sedangkan Bendera Negara Indonesia sebaliknya.
Selain itu lambang negara kedua negara ini sama-sama berbentuk burung, hanya ada sedikit perbedaan bentuk seperti yang bisa kita lihaat dari gambar diatas.

Ternyata selain memiliki kemiripan dari bendera dan lambang negara,budaya dan bahasa Indonesia juga bisa ditemukan di Polandia,jadi disuatu Perguruan tinggi di Polandia ada Jurusan yang khusus mempelajari sastra Indonesia,berikut kutipan berita yang saya ambil dari Tribun News :

"Dua pekan lalu Tribun mengunjungi Kota Krakov dan Poznan. Dua kota ini terkenal sebagai kota pelajarnya Polandia. Saat berada di dua kota yang jaraknya berjauhan itu, Tribun banyak menemukan para pelajar terutama mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Ada yang menarik dari pengamatan selama berada di dua kota tersebut terutama ketika di Poznan. Di Poznan ternyata ada sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Tribun mengetahui ini setelah berbincang dengan salah seorang mahasiswi bernama Malta. Penasaran akan keberadaannya akhirnya kami memutuskan mencari perguruan tinggi tersebut. Sayangnya sesampai di lokasi ternyata kegiatan belajar mengajar sedang libur, dan pengelolanya sedang liburan juga di Belanda. Tidak putus asa dengan penelusuran tersebut, saat kembali ke Warsawa, Tribun akhirnya menanyakan keberadaan Perguruan Tinggi itu ke beberapa staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia. Benar saja, ternyata di Poznan memang ada dibuka jurusan Sastra Indonesia. Dari keterangan staff KBRI, animo pelajar Polandia untuk menimba ilmu di Indonesia terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan saat KBRI membuka pendaftaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke Indonesia pesertanya sempat membludak. Biasanya program ini tidak melalui tes tapi setelah dilihat jumlahnya banyak, maka tes pun dilakukan. Ada sekitar 40-an pelajar yang saat ini akan jadi calon pelajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kebalikannya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Polandia ternyata masih minim. Selama berada di Polandia Tribun menemui tidak lebih dari 10 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Lech Walesa ini. Dua pekan lalu Tribun mengunjungi Kota Krakov dan Poznan. Dua kota ini terkenal sebagai kota pelajarnya Polandia. Saat berada di dua kota yang jaraknya berjauhan itu, Tribun banyak menemukan para pelajar terutama mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi. Ada yang menarik dari pengamatan selama berada di dua kota tersebut terutama ketika di Poznan. Di Poznan ternyata ada sebuah perguruan tinggi yang membuka jurusan Sastra Bahasa Indonesia. Tribun mengetahui ini setelah berbincang dengan salah seorang mahasiswi bernama Malta. Penasaran akan keberadaannya akhirnya kami memutuskan mencari perguruan tinggi tersebut. Sayangnya sesampai di lokasi ternyata kegiatan belajar mengajar sedang libur, dan pengelolanya sedang liburan juga di Belanda. Tidak putus asa dengan penelusuran tersebut, saat kembali ke Warsawa, Tribun akhirnya menanyakan keberadaan Perguruan Tinggi itu ke beberapa staf lokal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Polandia. Benar saja, ternyata di Poznan memang ada dibuka jurusan Sastra Indonesia. Dari keterangan staff KBRI, animo pelajar Polandia untuk menimba ilmu di Indonesia terbilang tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya pelajar yang tertarik untuk belajar Bahasa Indonesia. Bahkan saat KBRI membuka pendaftaran beasiswa untuk program pertukaran pelajar ke Indonesia pesertanya sempat membludak. Biasanya program ini tidak melalui tes tapi setelah dilihat jumlahnya banyak, maka tes pun dilakukan. Ada sekitar 40-an pelajar yang saat ini akan jadi calon pelajar di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kebalikannya, jumlah pelajar Indonesia yang belajar di Polandia ternyata masih minim. Selama berada di Polandia Tribun menemui tidak lebih dari 10 mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Negeri Lech Walesa ini."

Dan ini berita lainnya tentang Bahasa Indonesia di Polandia :


Laporan Wartawan Tribun, Husein Sanusi dari Polandia

BANGKAPOS.COM –
Sebagai bangsa Indonesia Anda tentu bangga jika ada orang asing yang mau mengenal budaya, apalagi sampai mau belajar bahasa Indonesia. Ini bisa ditemukan di Polandia, meski jumlahnya tidak banyak namun ada beberapa warga Polandia yang mau belajar bahasa Indonesia.

Kamis (14/6/2012) kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Polandia di Jalan Estonska, Warsawa, Polandia. Kebetulan di salah satu ruangan kantor KBRI ada sekumpulan pelajar yang sedang asyik belajar bahasa Indonesia.

Saya pun akhirnya ikut nimbrung bersama mereka, mendengarkan sang instruktur bahasa Kun Musta'in mengajari 14 siswanya mengucapkan beberapa kata dan kalimat dalam bahasa Indonesia.

Dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, Mustain membimbing anak asuhnya cara berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah kursus selesai, saya lalu mewawancarai salah seorang peserta kursus bernama Magetha. Usianya baru 22 tahun, mahasiswi jurusan Linguistik Universitas Warsawa dengan konsentrasi ilmu perkembangan bahasa atau filologi.

Magetha mengaku sengaja mempelajari bahasa Indonesia karena dia berencana akan melanjutkan kuliah di Indonesia. "Saya belum menentukan Universitas mana yang akan saya tempati nanti, tapi sekarang saya harus bersiap mempelajari bahasa Indonesia," katanya.

Magetha mengaku sudah tiga bulan belajar bahasa Indonesia di KBRI Polandia. Menurut pengalamannya, bahasa Indonesia sangat mudah karena tidak banyak aturan waktu atau tenses yang harus dipelajari.

"Yang saya ketahui bahasa Indonesia cuma punya empat tenses. Ini sangat simpel dan hampir mirip dengan bahasa Polandia yang punya tiga tenses saja. Soal pengucapan kata-kata memang agak sulit, tapi tak sesulit pengucapan bahasa Jerman yang sangat berat diucapkan," katanya.

Mustain menjelaskan bahwa setiap pekannya ada dua kelas yang harus diajari kursus bahasa Indonesia. Kelas pertama berjumlah 14 orang dan kelas kedua berjumlah 16 orang.

Wah, saya ikutan bangga jadinya, ternyata bahasa Indonesia juga diminati orang Polandia. Jika orang asing saja mau belajar bahasa kita, mudah-mudahan warga negara Indonesia tidak melupakan bahasanya dengan bergaya kebarat-baratan.(*)

Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews


Kamis, 24 Februari 2011

Makalah Peran Pancasila di Era Globalisasi


BAB I PENDAHULUAN

1.Latar Belakang
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan kesepakatan politik ketika negara Indonesia didirikan,dan hingga sekarang di era globalisasi,Negara Indonesia tetap berpegang teguh kepada pancasila sebagai dasar negara.Sebagai dasar negara tentulah pancasila harus menjadi acuan Negara dalam menghadapi tantangan global dunia yang terus berkembang.
Di era globalisasi ini peran pancasila tentulah sangat penting untuk tetap menjaga eksistensi kepribadian bangsa indonesia,karena dengan adanya globalisasi batasan batasan diantara negara seakan tak terlihat,sehingga berbagai kebudayaan asing dapat masuk dengan mudah ke masyarakat.
Hal ini dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa indonesia,jika kita dapat memfilter dengan baik berbagai hal yang timbul dari dampak globalisasi tentunya globalisasi itu akan menjadi hal yang positif karena dapat menambah wawasan dan mempererat hubungan antar bangsa dan negara di dunia.Tapi jika kita tidak dapat memfilter dengan baik sehingga hal-hal negatif dari dampak globalisasi dapat merusak moral bangsa dan eksistensi kebudayaan indonesia.
Dari faktor-faktor tersebutlah di butuhkan peranan pancasila sebagai dasar dan pedoman negara dalam menghadapi tantangan global yang terus meningkat diera globalisasi.

2.Maksud Dan Tujuan
Maksud dan tujuan penulisan ini diharapkan pembaca dapat

Kamis, 09 Desember 2010

"Negara Terkaya Di Dunia" yang luput dari perhatian

Tahukah anda negara terkaya di planet bumi ini...???, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya Amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur Tengah.
Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.
dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar "berdiri di atas berlian" langsung saja kita lihat profil negaranya.

Wooww… Apa yang terjadi? apakah penulis (saya) salah? tapi dengan tegas saya nyatakan bahwa negara itulah sebagai negara terkaya di dunia. tapi bukankah negara itu sedang dalam kondisi terpuruk? hutang dimana-mana, kemiskinan, korupsi yang meraja lela, kondisi moral bangsa yang kian menurun serta masalah-masalah lain yang sedang menyelimuti negara itu.
aiklah mari kita urai semuanya satu persatu sehingga kita bisa melihat kekayaan negara ini sesungguhnya.

1. Negara ini punya pertambangan emas terbesar dengan kualitas emas terbaik di dunia. namanya PT Freeport.

Apa saja kandungan yang di tambang di Freeport? ketika pertambangan ini dibuka hingga sekarang, pertambangan ini telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas. saya (penulis= suranegara) mencoba meng-Uangkan jumlah tersebut dengan harga per gram emas sekarang, saya anggap Rp. 300.000. dikali 724,7 JUTA ton emas/ 724.700.000.000.000 Gram dikali Rp 300.000. = Rp.217.410.000.000.000.000.000 Rupiah!!!!! ada yang bisa bantu saya cara baca nilai tersebut? itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

Kamis, 11 November 2010

5 budaya unik Indonesia

untuk tulisan saya kali ini saya kembali akan membahas tentang kebudayaan,tapi untuk kali ini saya akan meshare tentang budaya-budaya yang bisa di bilang unik di Indonesia,artikel inipun saya repost dari http://www.infospesial.com,tapi saya disini hanya bermaksud sharing saja kepada pengunjung blog saya,,oke tanpa banyak basa basi lagi berikut ini lima kebudayaan yang asli milik Indonesia yang bisa dibilang unik :

1. Upacara Tabuik Sumatera Barat.

Berasal dari kata ‘tabut’, dari bahasa Arab yang berarti mengarak, upacara Tabuik merupakan sebuah tradisi masyarakat di pantai barat, Sumatera Barat, yang diselenggarakan secara turun menurun. Upacara ini digelar di hari Asura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, dalam kalender Islam.

Konon, Tabuik dibawa oleh penganut Syiah dari timur tengah ke Pariaman, sebagai peringatan perang Karbala. Upacara ini juga sebagai simbol dan bentuk ekspresi rasa duka yang mendalam dan rasa hormat umat Islam di Pariaman terhadap cucu Nabi Muhammad SAW itu. Karena kemeriahan dan keunikan dalam setiap pagelarannya, Pemda setempat pun kemudian memasukkan upacara Tabuik dalam agenda wisata Sumatera Barat dan digelar setiap tahun.

Dua minggu menjelang pelaksanaan upacara Tabuik, warga Pariaman sudah sibuk melakukan berbagai persiapan. Mereka membuat serta aneka penganan, kue-kue khas dan Tabuik. Dalam masa ini, ada pula warga yang menjalankan ritual khusus, yakni puasa.


Selasa, 09 November 2010

Dampak Perkembangan teknologi informasi terhadap kehidupan sosial budaya

Pada postingan saya kali ini saya akan membahas tentang dampak perkembangan teknologi terhadap kehidupan social budaya.
Seperti yang kita tahu bahwa perkembangan teknologi begitu pesat di era globalisasi ini,
Teknologi dan informasi seakan tidak mempunyai batasan dalam perkembangannya,dan perkembangan ini berdampak langsung terhadap kehidupan social serta budaya tidak hanya di Indonesia tapi mencakup berbagai belahan dunia,
Lalu apa saja dampak dari teknologi dan informasi,disini saya akan menuliskan beberapa dampak dari perkembangan teknologi dan informasi,baik itu dampak positif maupun negative,antara lain :
Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat

1. Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.

2. Meningkatnya rasa percaya diriKemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.

3 Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.


Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatif pada aspek budayaantara lain :

1. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.

2. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

3. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Kesimpulan dari postingan saya kali ini yaitu kita semua tidak bias menghindari akan kemajuan teknologi dan mengikuti arus globalisasi,namun dalam setiap hal pasti ada segi positif dan negatifnya,jadi semua kembali kepada individu masing-masing bagaimana memfilter perkembangan teknologi ini,himgga kita bias memaksimalkan manfaat positifnya,dan menghindari hal-hal yang negative.thanks